SISWA NESABA HASILKAN PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DUKUNG KETAHANAN PANGAN

Batu – Semangat berinovasi ditunjukkan oleh salah satu kelompok siswa kelas 9C SMP Negeri 01 Batu yang berhasil membuat dua karya teknologi unggulan dalam kegiatan kokurikuler “Temukan Solusi dengan Teknologi” sebagai bagian dari program sekolah “1 Siswa 1 Inovasi”.
Kelompok ini beranggotakan Alfi Rahma Maulidia, Azzahra Naiya Amalia, Bharuna Pradika Bastian, Keysa Pragista Natasya dan Maia Shafira Agatha.
Karya pertama mereka adalah alat penyiram tanaman otomatis berbasis sensor tanah. Alat ini menggunakan soil moisture sensor yang terhubung dengan mikrokontroler untuk mendeteksi tingkat kelembaban tanah. Jika tanah terdeteksi kering, sistem akan menyalakan pompa air secara otomatis dan berhenti ketika kadar air sudah cukup.
Inovasi ini dibuat sebagai bentuk kontribusi nyata siswa terhadap ketahanan pangan. Dengan alat ini, tanaman tetap terawat meski pemiliknya lupa menyiram, sehingga cocok untuk pertanian rumah tangga maupun kebun skala kecil.
Tidak berhenti di situ, kelompok ini juga merancang alat pendeteksi kebakaran berbasis mikrokontroler Arduino. Alat tersebut dilengkapi sensor suhu dan asap yang akan memberikan alarm ketika terdeteksi potensi kebakaran.
“Kami ingin membuat alat yang bermanfaat untuk lingkungan. Yang satu untuk mendukung ketahanan pangan, dan yang satunya lagi untuk mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Azzahra Naiya Amalia saat menjelaskan hasil karyanya.
Kepala SMP negeri 01 Batu Tatik Ismiati, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian kelompok ini.
“Dua karya ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata. Ini sesuai dengan semangat program ‘1 Siswa 1 Inovasi’,” ujarnya.
Ke depan, kelompok berencana menyempurnakan kedua alat tersebut, termasuk menambahkan konektivitas aplikasi agar bisa dipantau melalui ponsel.
Karya dari siswa kelas 9C ini menjadi bukti bahwa SMP Negeri 01 Batu terus mendorong lahirnya generasi kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan melalui pendidikan teknologi yang aplikatif dan bermakna. (Tim Kokurikuler Nesaba)