SI LIPAN (SISTEM LUMBUNG INOVASI PENDIDIKAN) TINGKATKAN EKOSISTEM INOVASI SEKOLAH

Si Lipan (Sistem Lumbung Inovasi pendidikan) terdiri dari 7 langkah yaitu sosialisasi, identifikasi masalah, pemecahan masalah, kirim inovasi, pemilahan data, pemanfaatan inovasi dan publikasi inovasi.

Sosialisasi

    Langkah paling awal dari program ini adalah sosialisasi, bagaimana siswa mengetahui lebih jauh tentang Sistem Lumbung Inovasi Pendidikan. Siswa mengetahui apa tujuannya, bagaimana sintaks atau langkah-langkah, cara memasukkan inovasi dalam google form, sampai dengan mengetahui inovasi seperti apa yang dapat dimasukkan.

                Pada tahap ini juga diberikan contoh inovasi sederhana, bagaimana siswa membantu memecahkan masalah yang terjadi dalam lingkungan sekitarnya. Misalnya, seorang siswa menjumpai banyak botol plastik bekas air mineral di tempat sampah sekolah kemudian ia berinisiatif memungut botol-botol plastik tersebut dari tempat sampah dan mengolahnya menjadi pot bunga  untuk menghias kelas. Kemudian dia mengajak teman-temannya secara lesan untuk ikut melakukan hal yang sama, tidak berhenti disitu selanjutnya dia membuat poster kampanye di sekolah untuk mengurangi sampah plastik dengan cara memanfaatkan limbah botol bekas air mineral. Inovasi yang sudah proses dilakukan atau mungkin masih wacana tersebut kemudian dapat ditulis dalam sebuah ulasan sederhana, video, infografis, atau format lain untuk dikirim melalui tautan yang tersedia.

    Identifikasi Masalah

    Siswa melakukan identifikasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mereka, bisa terkait pembelajaran, peletarian lingkungan, kehidupan bermasyarakat, teknologi atau lainnya. masalah yang di identifikasi tidak harus kompleks/rumit, tetapi bisa yang sederhana dan seringkali ditemui pada kehidupan mereka sehari-hari.

    Pemecahan Masalah

    Siswa membuat solusi atas permasalahan yang sudah mereka identifikasi sebelumnya. Solusi atau pemecah masalah tersebut bisa dibuat sekreatif mungkin sehingga menjadi sebuah inovasi yang mampu mengatasi tantangan dalam kehidupan mereka serta kontribusi pada lingkungan sekitar.

    Misalnya, kurangnya kesadaran warga kelas yang membuang sampah tanpa melakukan pemilahan sesuai tempat sampah yang sudah disediakan, membuat salahsatu siswa resah sehingga dia membuat sebuah poster tentang pentingnya membuang sampah secara terpilah. Poster tersebut kemudian ditempel di dinding dekat tempat sampah, di sosialisasikan ke teman-teman di kelas, serta di foto dan dibagikan ke group whatsapp kelas. Dengan beragam usaha sosialisasi yang dilakukan, siswa tersebut berharap bahwa warga kelasnya akan semakin sadar tentang membuang sampah secara terpilah (organik/anorganik).

    Kirim Inovasi

    Inovasi yang sudah dibuat oleh siswa, bisa berupa ulasan sederhana, video praktik baik, poster, infografis, karya ilmiah atau format kreatif lainnya dikirim melalui tautan google form. Seluruh inovaasi yang masuk akan terdokumentasi di lumbung inovasi sekolah.

    Pemilahan Data

    Inovasi yang sudah masuk ke google form akan dipilah oleh tim Si Lipan, yang berhubungan dengan pemecahan masalah sarana prasarana akan dikirim ke tim sarana prasarana sekolah, pemecahan masalah siswa dikirim ke tim kesiswaan, terkait pembelajaran ke tim kurikulum, terkait lingkungan ke tim adiwiyata. Kepala sekolah sebagai penentu dan penanggungjawab kebijakan bisa mengakses seluruh inovasi yang masuk ke Si Lipan. Tugas tim pemilah data adalah melakukan kurasi/filter inovasi yang masuk ke Si Lipan, memastikan inovasi tersebut terdistribusi kepada pihak yang mempunyai ranah untuk memanfaatkannya sebagai program sekolah.

    Pemanfaatan Inovasi

    Tim kesiswaan, kurikulum, sarana prasarana, adiwiyata atau guru melakukan kurasi terhadap inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan milik siswa. Inovasi yang dirasa tepat serta dapat dimanfaatkan, selanjutnya akan dipakai menjadi sebuah program sekolah. Dengan Si Lipan sekolah dapat menjaring beragam inovasi dari siswa. Bisa jadi sebuah permasalahan lingkungan di sekolah yang belum ditemukan pemecahannya, ternyata jalan keluarnya dapat ditemukan dari inovasi yang dihasilkan siswa. Tim sekolah (guru) akan berdiskusi dengan siswa yang menginisiasi inovasi, terkait fengan detail teknis pelaksanaan program. Melibatkan siswa tersebut dalam mengusun rencana, pelaksanaan sampai dengan evaluasi program, sehingga ada kolaborasi antara guru dan siswa, untuk menyempurnakan inovasi yang sudah dibuat oleh siswa.

    Publikasi Inovasi

    Inovasi siswa yang sudah menjadi program sekolah kemudian dipublikasikan ke berbagai media sosial sekolah, tentang bagaimana pelaksanaannya, dampaknya sampai dengan hasil evaluasi. Dibuatkan flyer atau infografis untuk diunggah di instagram atau dibuatkan video tentang inovasi tersebut serta diunggah di youtube resmi sekolah, yang paling penting adalah pencantuman siswa yang menginisiasi inovasi tersebut pada setiap unggahan sehingga ada kebanggaan tersendiri, serta keinginan berinovasi dari siswa yang lain untuk berkontribusi terhadap sekolah. Semakin banyak siswa yang membuat inovasi untuk memecahkan permasalahan, maka atmosfer inovasi sekolah semakin meningkat.

    Untuk informasi lebih lengkap terkait Si Lipan dapat disampaikan melalui
    email:
    nesaba.kwb@gmail.com

    atau secara langsung melalui:
    Zakki Fitroni, M.Pd.
    Ruang Humas SMP Negeri 01 Batu
    Jl. Agus Salim No 55 Kota Batu

    Download Modul kokurikuler untuk pelaksanaan Si Lipan pada tautan berikut ini:
    https://drive.google.com/file/d/1LkOagzV0-8Ku7MAUidW8CWBOURFVpi97/view?usp=sharing